Senin, Oktober 06, 2008

"Nyaman n Aman"



“Beriman itu sederhana saja, ketika kita aman dengan Tuhan kita dan orang lain di sekitar kita juga aman karenanya”

Hmmm.. kalimat di atas dan kalimat-kalimat bijak yang saya tulis kemudian, saya kutip dari buku-nya Wisnu Prayuda, The Secret of Meaningful Life. Sebuah buku yang mencerahkan..

Iman, Hmmmhhh.. topik berat ya..?! menurut saya iya, ketika kita berbicara tentang Iman dan deretan teman-temannya, saya menjadi merasa sedang membicarakan surga dan neraka.. Dan seolah itu adalah topik bagi orang-orang khusus dengan ilmu kitab yang luas..

Tetapi, setelah membaca buku itu, saya menjadi merasa sangat ringan.. yuuuuk, kita ngobrol tentang Iman..

Saya tidak akan memulai obrolan iman ini dengan arti harfiah atau bahasa atau sejarah dll.. Di samping karena memang pemahaman dan pengetahuan saya yang terbatas, saya juga tidak mau terjebak dalam kebermaknaan bahasa dan arti iman, kita langsung ke hal riil saja, keseharian kita, sesuatu yang setiap saat kita akrabi, implementasi nyata..

Menjadi orang yang beriman harus dimulai dengan membereskan diri sendiri. Mengenali dan menemukan siapa diri kita. Sederhana, mengenali diri lebih dalam dengan memahami kehadiran kita pada lingkungan dimana kita berada. Apakah kita telah memberi rasa aman atau malah rasa takut.

Menurut Prof. dr. Komaruddin Hidayat, iman itu sungguh ada kaitannya dengan rasa aman. Mukmin (orang yang beriman) itu akan merasa tenang, nyaman dan aman karena selalu bersama Allah dan orang yang memberikan rasa nyaman dan aman pada orang yang di sekelilingnya.Untuk point pertama, akan saya lewat untuk dibocarakan, karena sangat personal antara Tuhan dengan individu umat-Nya.

Naah.. yang kedua ini, berhubungan dengan relasi antar manusia.. saya senang dengan topik kemanusiaan dan relasinya.. hubungan manusia dengan manusia sangat misterius dan kompleks..

Kalau iman itu berkorelasi erat denga rasa nyaman dan aman yang mampu kita ciptakan untuk orang lain di sekitar kita, hmmm.. rasanya tidak terlalu ribet ya, kita dapat mengklaim diri seorang mukmin dengan penuh PD.. Yaaa, tidak juga se-simple itu memang, tapi bisa dimulai dengan hal kecil. Misalnya, dengan bersikap menyenangkan kepada setiap yang kita temui, menolong siapapun sesuai kemampuan kita dengan penuh keikhlasan dan berusaha untuk membuat siapapun yang dekat dengan kita merasa nyaman dengan keberadaan kita, kalau Amah (Ibu saya) bilang:

“Sing tiasa mihapekeun diri..”

Yaaa.. Leres Mah.. Satujuuuu..!

Yuuuukk..

Tidak ada komentar: