Senin, Oktober 06, 2008

Lebaran tanpa Matahari



Bagaimana rasanya berlebaran tanpa anak-anak kita..?
Saya tau banget bagaimana itu rasanya.. Sedih dengan sedalam-dalamnya sedih.. Aaah.. Susah mengungkapkan perasaan sedihnya seperti apa, yang pasti berasa ada yang hilang dan kosong dalam diri saya.

Sejak awal Ramadhan ini, rencana untuk lebaran dengan keluarga ayah-nya anak-anak di Jakarta sudah mengemuka, mulanya anak-anak antusias trus kemudian menjelang dekat hari keberangkatan Teteh n Aa menjadi agak ragu dan sempet SMS ayah-nya bahwa mereka ga akan jadi lebaran di Andung, tapi kemudian mereka pergi juga setelah ada negosiasi dengan ayah-nya dan sedikit bujukan dari saya.

Kalau mengikuti kata hati, saya inginnya berlebaran dengan mereka, tapi ada banyak hal yang harus saya kompromikan dengan ayahnya. Bagaimanapun, saya mengerti dan memahami keinginan ayahnya untuk dapat berlebaran dengan anak-anaknya, mempertemukan Teteh n Aa dengan saudara-saudaranya. Makanya, ketika niat berlebaran Teteh di Jakarta mulai mengendur, saya berusaha membujuk Teteh untuk pergi.
Saatnya mereka pergi, rasanya sepi.. tidak ada rengekan Aa juga ga ada curhatan Teteh. Rasanya keberadaan saya menjadi tidak berarti tanpa mereka.

Miz u, Teh.. Miz u, A..

Tidak ada komentar: