Sabtu, September 20, 2008

Latihan nge-Blog di Lab A3 FKM UI

Ceritanya nih lagi latihan nge-blog sama Pak Eddy di mata ajar Teknologi Internet.. lucuuu juga.. klo belajarnya kayak ginian untuk semua mata kuliah.. seru kali ya.. betul ga Mba Upik..???

Rabu, September 17, 2008

Tentang Aa..


Ini dia anak paling lucu seluruh dunia.. Muhammad Al-Ghazaly Arvant.. Saya memanggilnya Aa. Ketika mengandung Aa, saya sedang dalam proses menyelesaikan kuliah, bahkan delapan hari sebelum kelahiran Aa, sidang skripsi saya dilaksanakan. Aa lahir di Bandung di Klinik Bersalin Maskumambang oleh dokter kandungan Ahmad Biben tepat pada hari Minggu pukul 09.20 pagi tanggal 8 September 2002. Sebenarnya Aa lahir lebih awal dari waktu yang diperkirakan dokter. Ketika kontrol terakhir, 2 minggu sebelum waktu yang diperkirakan, saya mendapati keterangan bahwa janin sehat dan sudah cukup umur.. Dengan keterangan tadi, saya meminta dokter untuk melakukan sesuatu untuk mempercepat kelahiran Aa. Akhirnya, setelah hampir 16 jam berkompromi dengan rasa nikmat sakit pra-kelahiran, Aa mau keluar juga dengan iringan tangis yang tidak begitu lepas.
Sekarang, umurnya 5 tahun.. lucuuuuu luaaaarrrr biasa.. Saya sering memeluknya dan mengatakan bahwa dia adalah “sayang mama, cinta mama dan matahari mama”
Ungkapan itu memang benar, Aa adalah sayang saya, cinta saya dan matahari saya.. Setiap sikap laku Aa, bahkan yang sangat menjengkelkan sekalipun, saya menganggapnya bagian dari kelucuan Aa, karena ketika mengenangnya kemudian, saya menjadi tersenyum. Satu hal yang saya selalu rindukan dari Aa adalah sikapnya yang kadang terlalu sok dewasa.. Beberapa hari yang lalu, Teteh dengan kemanjaannya merajuk meminta sesuatu, dan dengan polosnya Aa bilang:
“Teh, jangan rewel-rewel, kasian Mama, nanti kecapean mama-nya..!” atau beberapa hari yang lalu saat siang sedang berpuasa, dalam kondisi ingin berbuka dia mencoba berdiplomasi dengan saya:
“Mama, Aa kan masih kecil.. aa teh laper..”
Ternyata Aa mau makan dan membatalkan puasanya..
Okay A..!
Satu hal lagi tentang Aa, dia sering kali menonjoki, mencubiti dan mengigiti saya, ga sakit sih.. hanya tonjokkan ga niat, cubitan kecil dan gigitan manja.. tapi, kadang kala saya sebal juga.. Suatu ketika saya tanya kenapa Aa selalu cubitin saya, dia bilang:
“Aa gemes sama Mama…”
Wahduuuh Aa.. Luv u a lot..

deuuu.. ada yang jatuh cinta nih...


Hmmm.. saya punya anak gadis.. gadis itu, Teteh Nisya, dia adalah aku dalam wujud kecil, jiwa yang polos..
Gadis-ku itu beranjak dewasa kini, Teteh-ku menemukan masa beranjak pubernya sekarang..
Suatu ketika, beberapa bulan lalu..
Di kantor, saya terima sms dari Teteh, bunyinya: “Mama tadi Teteh tatapan sama Ricky, Teteh ngeliat Ricky, Ricky ngeliat Teteh. Trus Ricky senyum ke Teteh, Teteh juga senyum ke Ricky. Mama, kayaknya teteh jatuh cinta..!”
Gubraaaakkkk…!!
Terdiam bengong sesaat saya, kemudian tersadar bahwa teteh mungil-ku sudah menjadi gadis sekarang..
Tuhan, jadikan Teteh anak baik, sebaik-baiknya perempuan, secantik-cantiknya paras hati..
Tuhan, jadikan aku mama yang bisa jadi teman bagi gadis-ku untuk menemukan dirinya..

Selasa, September 16, 2008

Mama yang Lain..


Saya bukan tipe Mama yang menghabiskan sebagian besar dari 24 jam dalam sehari saya dengan anak. Kebersamaan kami terhalang rutinitas jam kantor, jam sekolah dan jam kunjungan ke Aki dan Enin. Tetapi Kami biasa bercerita, nonton, heureuy bahkan marah-marahan di saat sore sampai waktu tidur dan kemudian di pagi hari sebelum aktivitas harian rutin berjalan.
Saya juga bukan tipe Mama yang bisa nungguin Aa sekolah atau nungguin Teteh les dan mengisi waktu menunggu tersebut dengan mengobrol, bergosip dan jalan-jalan dengan Mama POMG lain. Kadang ingin juga seperti itu, mungkin enak juga jadi Ibu Rumah Tangga yang mendedikasikan seluruh waktu untuk keluarga dan anak. Hmmm.. tapi pasti itu bukan pilihan saya..
Saya pernah menjadi perempuan rumah tangga, berusaha menjadi yang terbaik di dalamnya, tetapi kemudian, atas kesadaran bahwa saya bisa mengambil bagian lebih dari perempuan rumah tangga, saya memutuskan untuk keluar dan mengaktualisasikan diri.. saya punya mimpi, punya cita, butuh pengakuan, butuh penghargaan.. dan sekarang, inilah saya.. masih belum menjadi siapa-siapa memang, tapi setidaknya saya mampu mandiri (financially n emotionally), karena bergantung dengan yang lain itu sangat tidak menyenangkan.. menjadikan kita seakan tidak punya posisi tawar yang sepadan.
Ya, saya salut dengan perempuan yang memilih menjadi perempuan rumah tangga.. tapi jika itu ditawarkan kepada saya, jawabannya pasti “No, thanks..!”
Tidak juga ingin berdebat kusir tentang mana yang lebih mulia, hanya berusaha menjalani keharusan hidup saya. Jelas saya harus bekerja.. ya, HARUS.. ini pilihan mulia saya..
Pilihan ini membawa konsekwensi pada minimnya waktu yang bisa saya habiskan dengan anak-anak. berharap pilihan ini yang terbaik untuk saya, Teteh n Aa..

Merindukan Keriuhan, Merindukan Kesendirian..


Ketika menghadapi keriuhan anak, sikap mereka yang kadang tidak bersahabat dengan keadaan, berpadu dengan lelah bawaan dari kantor.. Saat seperti itu, saya merindukan waktu dimana hanya ada saya sendiri.. merindukan kesendirian, merindukan memanjakan diri sendiri.. Hmmm.. tahukah..?, Ternyata, ketika saat itu datang (anak-anak berlibur dengan ayah atau neneknya) saya malah setengah mati merindukan keriuhan mereka..
Ada apa ini? Sebuah misteri relasi ibu-anak ato hanya perasaan di saat yang melankolis? Entahlah.. yang pasti, pelukan mereka, ciuman mereka, sikap manja-lucu mereka dan darah yang mengalir dalam mereka, adalah gambaran saya dalam bentuk lain, dan bagaimana mungkin saya tidak merindukan mereka?
Ingin kesendirian juga bukan sesuatu yang salah.. Kadang saya menikmati itu ketika anak-anak tidur di malam hari dan saya masih terbangun.. saya menganggapnya itu waktu untuk diri sendiri.. berusaha menikmati waktu tersebut untuk hal yang saya, sebagai sendiri, inginkan..
Aaaah.. Saya sungguh merasa bangga dapat menjadi keduanya.. sebagai Mama dengan keriuhan yang seringkali dasyat dan sebagai Yuniar yang butuh bercengkrama dengan hari, berusaha menyenangkan diri sendiri..
Haturnuhun.. Engkau memang Maha..

Ikha, d one n only..


Ikha..
Hmmm.. ada yang unik dalam setiap pertemanan. Keunikan itu menemukan pembenaran lewat Ikha.. Seorang teman yang keberadaannya selalu saya rindukan, sangat menginspirasi dan unik.. Ikha, tipe teman perempuan yang sangat tidak biasa.. dengan keceriaannya yang tulus, selalu saja ada tawa kalo dia dekat, tawa yang dia ciptakan untuk saya atau mungkin untuk dia sendiri..
Kalau saya cerita ke Ikha, apapun pasti didengarnya dengan penuh perhatian, sesekali menanggapi dan komentar, kadang ga nyambung.. tp, selalu, saya menemukan kenyamanan setelahnya.. ketika dengan penuh kemarahan saya bercerita tentang seseorang, Ikha tidak lantas ber-empati dengan ikut marah, Ikha dengan gaya nya yang khas memberikan komentar dari sudut yang berbeda.. di posisi objek kemarahan saya. Dengan ke-unikannya, tidak sekalipun saya merasa dia sedang mengajari saya tentang kebijaksanaan.. tapi saya merasa mendapatkan itu setelahnya..
Ikha, jangan tanya tentang dedikasinya ke pekerjaan.. dia top, markotov.. disiplin.. saya belajar banyak dari Ikha..
Mungkin Ikha ga pernah tau sebesar apa arti Ikha buat saya.. saya memilih tidak mengatakannya.. tapi, jauh di dalam sini, dalam setiap doa, Ikha ada.. So thankful for giving me a sister like Ikha..
Ada kegelisahan yang kami sama-sama rasakan.. topik ajaib kita selalu tentang pasangan hidup.. U know, Ikha available, still.. (Mariiii..?!) ceritanya tentang itu tidak selalu berakhir mengesankan.. pernah ada kisah perjalanan ke Puncak yang berakhir dengan melarikan diri dengan bus.. huahahahaha.. (good job gals..!). Pernah juga merasa resah dengan kehilangan kontak dari si Hero.. (Halaaah..). terakhir kisah tentang si Jepun Makasar, yang lumayan membuat Ikha keliatan sumringah.. (tp, pas ditanya, “gmn,..?!” dia bilang “ah, ke laut semua, Teh..!” (Gubrakkkk..! again.., Kha..!?)
Tenang Kha.. nyantai saja..! lagian, apa bener kita butuh laki-laki segitunya..?! (hmmm.. ni bisa jadi topik panjang..). Seperlu sebutuh se-urgent apa kehadiran seorang pasangan dalam hidup kita?.. benarkah kita merasa terlindungi dengan kehadiran laki-laki? Mmmm.. ga yakin deh.. kenyataannya toh, kalo Ikha “in love” ribet malah jadinya, terlihat selalu gelisah, dan menjadi seperti bukan Ikha lagi..
Ikha.. Ikha.. Ikha.. Thank You..