Senin, Februari 01, 2016

Setolol-tololnya Cinta

Pada satu titik dalam hidup, kita mungkin akan mengalami atau merasakan tersadarkan dari kahayalan, terbangunkan dari mimpi dan kembali berpijak pada kenyataan. Saat itu bisa terjadi dalam banyak cara, dalam kasus ini melalui kepercayaan yang ternodai.

Pada akhirnya rasionalitas akan mengalahkan cinta. Sebanyak apapun cinta dan sayang kita pada seseorang, jika ternodai dengan ketidakpercayaan dan ketidakterbukaan, pada akhirnya cinta harus mengalah. Meski harus dengan tangis dan meninggalkan luka, jalan ini harus menjadi pilihan. Karena sesungguhnya pilihan bahagia menjadi sendiri -dalam kejujuran, tanpa dusta, tanpa pelan-pelan melukai- adalah sebaik-baiknya pilihan.

Cinta, dalam banyak pengalaman, bisa dibagi dalam dua jenis: (1) cinta yang dikategorikan sebagai yang harus diperjuangkan, dan (2) cinta yang memang enggan untuk diperjuangkan. Jenis pertama seindah-indahnya romantisme cinta, sebesar apapun halangan, harus berani diterjang untuk mendapatkan cinta tersebut. Jenis kedua adalah setolol-tololnya cinta. Pada cinta jenis ini, sekuat, sekeras, sejauh apapun kita ingin menggapai cinta itu, dia tidak pernah bisa tergapai. Hal ini terjadi jika satu dari pasangan cinta menunjukkan sikap tidak ingin digapai. Jenis kedua ini menjadi cinta yang tidak berpihak, menjadi keinginan yang tidak tercapai.

Cinta manapun yang terjadi, harus menjadi pembelajaran.